Wednesday, May 2, 2018

http://www.thesupermodelsgallery.com/page/30/#.Wuou6yMxc0M

Tuesday, May 1, 2018

Cara sederhana menghemat uang gajian

cara hemat membagi uang gajihan  



Dalam mengatur keuangan cara kita menghabiskan uang bisa jauh lebih penting dari cara kita mendapatkan uang, oleh karena itu sudah seharusnya kita belajar bagaimana cara menghemat uang yang ada dan mulai menerapkan tips hidup hemat dan sederhana.

Sebenarnya untuk berhemat itu sangat simpel yaitu pengeluaran yang ada harus lebih kecil dari pemasukan/pendapatan (income > spend), sehingga sisa uang yang ada bisa kita tabung, tentu semakin banyak uang yang bisa kita simpan akan semakin bagus, idealnya orang menyisihkan sekitar 20-50% dari gaji/penghasilannya setiap bulan, dalam kasus yang ekstrim orang bisa menabung sampai 80-90% dari penghasilannya.

Biasanya mereka yang menabung sampai diatas 70% gajinya memiliki beban seperti hutang, cicilan, atau ingin membeli sesuatu yang mahal seperti mobil dan rumah, menurut saya sendiri menyisakan gaji 50%/bulan juga sudah cukup baik, namun tetap semua kembali pada preferensi dan gaya hidup masing-masing orang.

Pada artikel kali ini kita akan belajar cara menghemat uang dalam kehidupan sehari-hari, mungkin terlihat simpel, tapi jika tips-tips ini diterapkan setiap harinya ternyata bisa membawa keuntungan yang masif dalam hidup Anda, pada kenyataannya banyak hal-hal kecil yang kita sepelekan yang ternyata merugikan finansial Anda secara jangka panjang, karena itu sangatlah bijak untuk menghemat pengeluaran Anda sampai detail terkecil karena walau hanya receh itu tetap berdampak pada keuangan Anda.

Cara memilih istri shaleha






Tips memilih istri Shaleha



Kalau agan ingin mendapatkan istri yang baik, maka hal pertama yang harus agan lakukan adalah memperbaiki diri agan terlebih dahulu.

"…Dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula…" [An Nuur:26]

Kalau hal ini sudah dilakukan, semoga Alloh SWT mengabulkan permohonan agan untuk memperoleh istri yang sholihah

Yang telah memliki istri
Spoiler for BERSYUKURLAH: 
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah memberikan rizki kepadanya berupa istri yang shalihah berarti Allah telah menolongnya melaksanakan setengah agamanya, maka hendaknya ia bertakwa kepada Allah untuk (menyempurnakan) setengah agamanya yang tersisa” [HR At-Thabrani dalam Al-Awshath, Al-Baihaqi, Al-Hakim dan Syaikh Al-Albani berkata, “Hasan lighorihi” (Shahih At-hargib wat Tarhib 2 no 1916)]

Istri yang bisa membahagiakan suami merupakan idaman, dambaan, dan impian setiap lelaki. Oleh karena itu mencari calon istri bukanlah perkara yang sepele, bahkan ia merupakan perkara yang sakral yang hendaknya setiap lelaki berusaha sebisa mungkin untuk meraih calon istri yang terbaik. istri adalah teman hidup untuk waktu yang bukan hanya sebentar, tetapi bertahun-tahun…, bahkan bisa sebagai teman hidupnya hingga akhir hayat kita. Bayangkanlah…, seandainya istri yang menemani perjalanan hidup kita nanti adalah wanita yang baik yang selalu membahagikan hati kita, yang menyejukkan mata jika kita memandangnya oh…so sweat,,,, sungguh nikmat perjalanan hidup kita itu. Namun bayangkanlah seandainya yang terjadi adalah sebaliknya??? (jangan sampai gan)

Karenanya wajar jika kita dapati sebagian para bujangan bagitu berhati-hati dalam mencari belahan jiwanya, sampai-sampai kita dapati ada yang bertahun-tahun mencari informasi untuk mencari istri yang ideal, persyaratan yang bertumpuk dipasangnya demi mendapatkan calon yang ideal, namun….akhirnya iapun tak mampu mendapatkan wanita sesuai dengan persyaratan (kriteria) yang telah tetapkan. akhirnya persyaratan yang dipasangnyapun harus ia gugurkan satu-demi satu hingga ia bisa mendapatkan istri.

langsung aja deh gan...ini adalah kriteria wanita yang pantas menemani agan sampai akhir nanti...

1. Taat beragama dan berakhlak baik

"Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena martabatnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya (jika tidak kau lakukan)[7] maka tanganmu akan menempel dengan tanah” [HR Al-Bukhari 5/1958]
Intinya gan, kalau ada beberapa pilihan wanita di depan kita, dengan masing-masing memiliki kelebihannya masing-masing maka pastikan agan memilih wanita yang paling baik agamnya, yang paling taat beragama dan yang yang paling baik akhlaknya (jika dibandingkan dengan wanita-wanita pilihan agan yg lain)

2. Cantik dan sejuk dipandang

Tabi’at dan naluri manusia mendambakan dan merindukan kecantikan, jika ia tidak memperoleh kecantikan maka seakan-akan ada sesuatu yang kurang yang ingin diraihnya. Dan jika ia telah meraih kecantikan tersebut maka seakan-akan hatinya telah tenang dan seakan-akan kebahagian telah merasuk dalam jiwanya. Oleh karena itu Syari’at tidak melalaikan kecantikan sebagai faktor penting dalam memilih istri. Diantara bukti yang menunjukan pentingnya faktor yang satu ini, bahwasanya kecintaan dan kedekatan serta kasih sayang akan semakin terjalin jika faktor ini telah terpenuhi.

buktinya nih gan :

Dari Al-Mughiroh bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau melamar seorang wanita maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata kepadanya

اُنْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَْن يُؤْدِمَ بَيْنَكُمَا

Lihatlah ia (wanita yang kau lamar tersebut) karena hal itu akan lebih menimbulkan kasih sayang dan kedekatan diantara kalian berdua {HR At-Thirmidzi III/397 no 1087, Ibnu Majah no 1865 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani. (Lihat As-Shahihah no 96)}


3. Hendaknya wanita

Sunday, May 28, 2017

Minoritas yang mayoritas

Perihal jumlah adalah sebuah kewajaran. Ada yang banyak, ada yang sedikit. Tetapi jika dalam suhu perpolitikan (cukup di sini saja karena memang di situ tempatnya; misalnya jumlah kursi dalam parlemen), dan kebangsaan, jika lantas mengaitkannya dengan mengatasnamakan agama, hal ini menjadi sangat membahayakan. Ini seperti virus ganas dalam kehidupan seseorang. Tubuhnya bisa menjadi rapuh dan cepat untuk mati.

Ada sebuah istilah yang agak ekstrem mengenai "diktator (dominasi) mayoritas" dan "tirani minoritas". Pengertian sederhananya adalah pihak yang merasa dirinya kuat (dari segi kuantitas) merasa berhak untuk mengalahkan mereka yang jumlahnya sedikit. Minoritas seakan wajib tunduk dan pasrah atas kondisi demikian.

Dikotomi “mayoritas” dan “minoritas” menjadi sangat berbahaya jika dilekatkan dengan konteks kemajemukan NKRI, bahkan ketika nama Indonesia sendiri belum ada menjadi sebuah bangsa. Apalagi jika ada pejabat negara atau tokoh masyarakat/agama yang dengan bangga, tapi dengan gaya santun mengatakan:

“Mayoritas Melindungi Minoritas;

Minoritas Menghormati Mayoritas"

Pernyataan itu bertentangan dengan prinsip dasar konstitusi kita. UUD 1945 tidak pernah membuat dikotomi mayoritas-minoritas. Bahwa setiap agama dan kepercayaan apapun yang hidup di bumi Nusantara, sama-sama memiliki status hukum yang sama. Tidak dijumpai pengategorian mayoritas-minoritas. Setiap penganut keyakinan apapun (asal legal/sah) memiliki hak dan kewajiban yang setara di mata hukum. Oleh karenanya, tugas untuk melindungi setiap warga negara menjadi kewajiban Negara yang bersifat prinsipal.

Maka, berhentilah menggunakan klaim “mayoritas” dan “minoritas” dalam term keagamaan. Sebab pada dasarnya hal itu sama sekali tidak ada. Juga jangan pernah mau mengamini dan menerimanya, seakan hal itu adalah sebuah kewajaran dalam demokrasi kebangsaan.

Perjuangan dan kemerdekaan bangsa ini tidak pernah sekalipun memakai dasar keagamaan. Ketika persepsi ini dibangun, maka yang terjadi adalah “diskriminasi”, ketidakpantasan, moral etis dalam hubungan antarsesama. Agama tidak pernah mengajarkan permusuhan, kebencian dan penindasan atas sesama umat ciptaan-Nya.